Visi Christian Bookstore
USER LOGIN
BENEFITS
  1. Gratis ongkos kirim untuk pengiriman ke wilayah Kota Bandung (kecuali Cimahi)
  2. Jaminan uang kembali
SERVICES
  1. Jika Produk tidak tersedia, silahkan pesan melalui email ke webadmin@visi-
    bookstore.com
  2. Pesanan via telp / sms hubungi : 08157003128, Pin Blackberry: 2228A50A
TESTIMONIAL
  • Jani Hutagalung (Penyanyi Rohani,Bank Lippo Cab. Melawai)

    "Puji Tuhan, .... Suasana yg hangat dan ramah tersirat dari setiap pelayanan Toko Buku Rohani ini, Tuhan Yesus Memberkati"
  • Johanes "Joe-Nazareth" Octavianus (Penyiar & Account Executive Radio Maestro)

    "Tokonya keren abis, buku-bukunya lengkap, VCD Importnya mantap. Butuh apalagi, pokoknya semua keperluan rohani kita terpenuhi disini. Ngga rugi dech!"
  • Mawar Simorangkir (Penyanyi Rohani)

    "Cukup baik & penataan tokonya bagus,SUKSES!"
Cahaya Bagi Negeri Indonesia
zondervan
ARTICLES
Author : Saumiman Saud
Email : saumiman@gmail.com
Pendeta Gereja Injili Indonesia, San Jose (USA). Penulis buku : Pendetaku Dipuji dan Dicaci terbitan Kairos-Jogyakarta, Di balik topeng org percaya.

7/03/2007

PENDETAKU SEPERTI SUPERMAN !!! (2)

II. Pendetaku utusan dari Allah

    Empat ratus tahun semenjak jaman Nabi Maleakhi, Allah sudah bungkam terhadap umat-Nya.  Suara kenabian tidak terdengar lagi, dan kini suara itu muncul kembali melalui diri Yohanes Pembaptis. Ia seorang manusia biasa yang diutus oleh Allah. Ia mempunyai otoritas penuh dari Allah. Itulah sebabnya ia menyampaikan khotbahnya dengan penuh keberanian.
    Pada waktu itu tampillah Yohanes pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat" (Matius 3:1).  Ia seorang pengkhotbah yang keras, namun tidak kaku. Selain itu ia adalah utusan Allah yang dengan berani pernah menegor raja Herodes dengan segala konsekwensinya, yakni di penjara dan akhirnya mati dengan kepala dipenggal. (lihat Lukas 3:19-20). Inilah Yohanes sang utusan itu, disebut pembaptis karena ia membaptis orang-orang yang percaya termasuk Tuhan Yesus.

    Jika hamba Tuhan hanya dilihat dari segi manusianya maka orang-orang akan mengatakan "Karena hamba Tuhan di gereja saya adalah manusia seperti saya dan mudah melakukan kesalahan dan terjebak dalam perangkap, mengapa saya harus mendengar perkataannya, ia tidak lebih baik dari saya."  Namun karena ia seorang manusia, dan fakta menyatakan bahwa mereka mengemban  panggilan yang murni adalah orang-orang utusan Allah. Oleh sebab itu mereka layak mendapat mendapat hormat dari kita semua- sekali lagi bukan karena mereka lebih baik, lebih rohani, lebih suci atau lebih dari segalanya, tetapi karena panggilan ilahi yang mereka terima.

    Sekarang timbul pertanyaan yang demikian, bagaimana kita memperlakukan hamba Tuhan di gereja minggu ini, jika kita sudah tahu ia adalah Utusan Allah? Apakah konsep kita masih seperti sebelumnya? Apakah anda masih perlu mengkritik khotbahnya untuk menjatuhkannya? Apakah anda masih berusaha mencari kesalahan Tata-bahasanya?  Jika saja anggota gereja menyadari bahwa pendeta, di samping kelemahannya, ia juga adalah seorang "utusan Allah", maka saya yakin kritik-kritik picik yang tidak ada arti tidak perlu dilontarkan lagi.

    Mungkin anda berkata, jikalau pendetanya tidak bijaksana bagaimana? Omongannya sering kacau dan beberapa perangainya membuat sakit hati? Ia tidak berpihak kepada saya? Lalu saya akan menjawabnya, saya kenal baik pendeta anda.  Beliau pasti alumni sebuah Seminari, walaupun mungkin bukan satu Almamater, ia seperti saya-seorang manusia; penuh dengan segala keterbatasan dan kelemahan. Tetapi ia murni seorang pelayan Kristus, maka seperti yang dikatakan Yohanes Pembaptis; ia adalah seorang yang diutus Allah, dan "Jabatan" khususnya menuntut rasa hormat kita. Saya tidak mengatakan kita harus menyembah atau menempatkannya di atas panggung seperti dewa, tetapi marilah kita menghormatinya karena panggilan-Nya. Seorang dosen saya pernah mengatakan demikian, "Jikalau pada hari biasa para ibu-ibu masak Bakso, tetapi hari Minggu mereka masak boksu (pendeta)." Maksudnya hari biasanya masak “Bakso” asli untuk dimakan, maka hari minggu “Boksu”  (pendeta) dikritik habis-habisan.

    Dalam Roma 10 Rasul Paulus memberi komentar tentang mereka yang mengkhotbahkan Injil: “Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia?  Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia? Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!" (ayat 14-15).

    Walaupun pendeta sebagai manusia sejati yang diutus Allah, namun haruslah diperlakukan dengan hormat. Memang ada saat-saat tertentu kehidupan mereka tidak konsisten dengan ajaran kitab Suci. Namun sekalipun demikian, tidak pantas jemaat yang terlibat dalam perang melawan pendetamu, saya yakin Tuhan kita itu hidup, IA yang akan memperhitungkan dengannnya.

    Dalam 1 Samuel 26, kita membaca tentang Daud saat ia menyelamatkan nyawa raja Saul. Contoh ini menunjukkan bahwa kita harus hati-hati jika berhubungan dengan orang yang dipilih Allah untuk suatu posisi dan tanggung-jawab. Kisah Perjanjian Lama ini memberikan contoh tokoh Daud yang sebenarnya mempunyai kesempatan membunuh Saul tetapi ia tidak melakukannya karena dia tahu bahwa Saul adalah orang yang diurapi Tuhan. Daud begitu menghargai orang yang yang dipilih Tuhan, walaupun ia tidak setuju degan sikapnya. Pertanyaannya sekarang, apakah kita juga seperti itu?
    
    III. Pendetaku diutus Allah untuk memberi kesaksian

    Yohanes Pembaptis mengatakan ia adalah manusia biasa, utusan Tuhan yang bertugas memberitakan Injil yaitu tentang “Terang” itu.  Bagi Yohanes tidak ada hal yang perlu disombongkan di dalam dirinya, walaupun sebenarnya secara umur ia lebih senior dari Tuhan Yesus; bahkan Yesus sendiripun dibaptis olehnya.  Ia sendiri bukan “Terang”, tetapi ia sendiri hanya merupakan alat yang mau dipakai Tuhan. Demikian juga dengan tugas seorang pendeta itu bukan tugas biasa, seperti tugas kantor, dosen, pengusaha dan lainnya, tetapi ia mengemban suatu tugas ilahi. Itu sebabnya Yohanes tidak merasa sombong kalau pelayanannya berhasil, bahkan murid-muridnya dengan suka-rela diserahkan pada Tuhan Yesus (lihat Yohanes 1:36-37)

    Pekerjaan Yohanes Pembaptis adalah satu yakni meberitakan Terang, itu merupakan prioritas utama pelayanannya. Pendeta masa kini mestinya juga demikian, prioritas utama mereka sebenarnya memberitakan injil. Itu sebabnya jangan terlalu membebani mereka dengan pekerjaan pelayanan lain yang seharusnya dapat dikerjakan oleh jemaat sendiri tanapa harus masuk ke Seminari.

    Mungkin firman Tuhan yang dibawakannya kurang menarik, atau membuat ngantuk (seperti tulisan ini), tetapi semua ini bukan menjadi bahan perbincangan dan kritik jemaat. Betapa sering saya mendengar ada orang berkata "Saya tidak mengerti mengapa anak-anak saya memiliki perhatian yang sangat kurang terhadap terhadap gereja?  Saat masih remaja dan pemuda mereka sudah tidak ke gereja lagi?  Mengapa suamiku kalau diajak ke gereja tidak pernah mau?  Apakah hal ini terlalu mengherankan bagi kita? Tentu tidak! Mengapa? Sebab setiap hari, mereka mendengar omelan dan cacian anda terhadap pendeta anda. Khotbahnya jelek, terlalu panjang, dasinya miring, jasnya tidak pernah ditukar, isterinya cerewat, anaknya bandel susah diatur, kurang memperhatikan jemaat  dan sebagainya, semuanya diceritakan sebagai suatu humor dan tertawaan dan menjadi bahan gossip.  Dan kemudian mereka sangat terkejut tatkala suatu saat anak-anaknya menunjukkan rasa kurang hormat dan tidak simpati terhadap pendeta maupun Gereja. Semua ini karena mereka terlalu banyak mendengar yang negatif tentang pendeta dan gereja..

    Itu sebabnya ingatlah baik-baik, jika hari ini anda memiliki anak yang masih kecil atau remaja, hati-hatilah agar tidak mengeritik pendeta dihadapan mereka atau tidak sama sekali, tugas anda sebagai orang tua untuk menanamkan rasa hormat kepada mereka dan gereja bukan menanamkan rasa kurang ajar.

    Saya percaya,  apapun tugas pelayanan di gereja, bila dijadwalkan kepada para pendeta, pasti ia akan mengerjakannya.  Tetapi hati-hati, jangan sampai ia menjadi pesuruh gereja anda , menjadi supir gereja, menjadi petugas kebersihan gereja, mengurus keuangan, mengurus seluruh administrasi gereja, dan terlibat dalam berbagai panitia, ikut menghadiri semua persekutuan (wanita, dewasa, pemuda dan Kebaktian Rumah Tangga).  Memang, semua ini tidak salah, namun anda akan berdosa bila akibat segala kegiatan ini, pendeta anda  tidak sempat berdoa secara pribadi dan mempersiapkan khotbah dengan baik.

    Oleh karena itu wahai jemaat sekalian yang baik, janganlah anda menolak apabila diminta melakukan pelayanan, selama anda masih punya waktu maupun bakat dan tidak melalaikan keluarga, lakukanlah pelayanan itu. Jangan lagi anda mengatakan "Biarlah pendeta sendiri yang melakukannya, bukankah itu tugasnya?".  sebaliknya, bantulah manusia "Utusan Allah" itu supaya ia lebih leluasa memberitakan Terang Injil itu. Anda berdosa besar bila menekan dan mengancam para pendeta sehingga ia meninggalkan panggilan pelayannya.

    Saya kenal seorang pendeta, selain dia memang sebagai pelayan Tuhan ia juga diberikan talenta yang cukup banyak, ia bisa musik, komputer, alat-alat elektronik, mesin dan sebagainya.  Suatu hari dalam rapat majelis, salah seorang mengusulkan supaya gereja mengundang seorang sopir untuk melayani tugas-tugas pengantaran di gereja. Namun tanpa diduga  seorang majelis yang lain mengatakan demikian :"Kan pendeta kita juga bisa membawa kenderaan, kita tidak perlu sopir lagi, selama ini mereka bisa diantar jemput  oleh pendeta."  Emangnya pendetanya merangkap sopir taksi? Jikalau tugas ini juga dilimpahkan kepada pendeta anda, jangan salahkan dia jika khotbahnya setiap minggu tanpa persiapan sebab sibuk sekali, rohaninyamundur, gereja kurang maju;  tugasnya yang utama telah beralih kepada tugas yang lain.

    Sebagai penutup saya ingin mengulangi tanggung jawab kita sebagai jemaat terhadap pendeta:
    1. Pendeta seorang manusia, ia membutuhkan doa anda
    2. Pendeta sebagai manusia yang diutus Allah, ia layak mendapat hormat anda.
    3. Pendeta seorang manusia yang diutus Allah untuk memberikan kesaksian tentang Terang itu, ia butuh dan layak mendapat pertolongan anda.
    Sudahkah anda melakukannya? Amin

 
« back

Home | Profile | News & Events | Articles | Products | Churches | Contact Us | F A Q

| Books | Bible | Audio Visual | Gifts |

©2005 VISI CHRISTIAN ONLINE BOOKSTORE - Developed by net-dsign.