USER LOGIN
BENEFITS
  1. Ongkos kirim untuk wilayah Bandung : Rp. 6.000 ,- (flat delivery). Kecuali Cimahi dan Lembang
  2. Untuk ongkos kirim diluar wilayah Bandung akan disesuaikan dengan tarif yang berlaku
  3. Jaminan uang kembali
SERVICES
  1. Jika Produk tidak tersedia, silahkan pesan melalui email ke webadmin@visi-
    bookstore.com
  2. Pesanan via telp / sms hubungi : 081321007070, Pin Blackberry: 2228A50A
TESTIMONIAL
  • Carlo Saba - Vocalist Kahitna

    "Konsep Tokonya asyik dan Produknya lengkap. Semoga Visi bisa tetap memberkati banyak orang!"
  • Jani Hutagalung (Penyanyi Rohani,Bank Lippo Cab. Melawai)

    "Puji Tuhan, .... Suasana yg hangat dan ramah tersirat dari setiap pelayanan Toko Buku Rohani ini, Tuhan Yesus Memberkati"
  • Mawar Simorangkir (Penyanyi Rohani)

    "Cukup baik & penataan tokonya bagus,SUKSES!"
  • TOKO BUKU KRISTEN

    www.visi-bookstore.com
Love & Respect For A Lifetime
zondervan
VISI Bookstore & Giftshop
ARTICLES
Author : Novel Priyatna
Email : novel_priyatna@uph.edu

Menciptakan Komunikasi yang Sehat antara Suami-Isteri

8/20/2009

Menciptakan Komunikasi yang Sehat antara Suami-Isteri

Pernikahan merupakan penyatuan antara dua pribadi yang sangat berbeda. Keduanya berbeda dalam banyak hal, antara lain kepribadian/karakter, nilai-nilai, kebiasaan, cara berpikir, pengendalian emosi, dan sebagainya. Perbedaan-perbedaan tersebut merupakan potensi-potensi konflik dikemudian hari yang tentu saja, ibarat bom waktu, siap untuk meledak kapan saja. Sebagai salah satu usaha preventif, perlu ada “sebuah jembatan” untuk menghubungkan kedua belah pihak. Itulah komunikasi, yang didefinisikan oleh Norman Wright sebagai proses berbagi diri, dengan atau tanpa kata-kata, agar pihak lain dapat memahami dan menerima maksud dari si pemberi informasi. Ibarat sebuah jendela, yang olehnya kita bisa melihat apa isi didalam sebuah rumah, demikian pula dengan komunikasi. Tanpa komunikasi, mustahil kita bisa memahami lebih jauh mengenai diri pasangan kita. Tanpa komunikasi, tidak akan ada hubungan (relationship). Menarik untuk menyimak apa yang dikatakan oleh Reuel Howe: Komunikasi bagi cinta adalah ibarat darah bagi tubuh. Keluarkanlah darah dari tubuh, maka tubuh akan mati. Hilangkanlah komunikasi dari pernikahan, maka maka pernikahan itu akan hancur.

 

Banyak pasangan suami-isteri yang pada masa kini cenderung tidak memiliki cara berkomunikasi yang efektif dan bisa menghasilkan rasa saling pengertian yang dibutuhkan. Mereka mungkin mengira bahwa dengan banyaknya pesan/informasi yang disampaikan berarti dengan sendirinya komunikasi diantara mereka sudahlah efektif. Mereka tidak menyadari bahwa efektifitas sebuah komunikasi bukanlah ditentukan oleh kuantitas semata, melainkan pada mengapa dan bagaimana menyampaikannya (Norman Wright). Kebanyakan komunikasi diantara suami-isteri hanyalah menyampaikan informasi: “Pekerjaan saya berat sekali hari ini; Anak-anak kita semakin sulit saja untuk diatur,” dan lain-lain.

 

Terhadap kenyataan yang demikian, tidaklah mengherankan jika Balswick kemudian mengingatkan bahwa komunikasi yang efektif merupakan inti dari kehidupan sebuah keluarga, dimana setiap dari mereka dapat saling berinteraksi, baik secara verbal maupun non-verbal, untuk mengekspresikan perasaannya masing-masing. Melalui ekspresi perasaan cinta, perhatian, kerinduan, bahkan kemarahan dan kekecewaan, konflik-konflik bisa saja terjadi, namun jika mampu diselesaikan dengan baik, akan meningkatkan ikatan dan keintiman diantara mereka. Keluarga akan bertumbuh dan hubungan akan semakin mendalam. Oleh karena itu, tanpa kemampuan komunikasi yang efektif, sebuah keluarga tidak lain hanyalah sebuah kumpulan individu yang tidak saling berinteraksi. Keluarga yang sehat adalah sebuah keluarga yang anggota-anggotanya memiliki kebebasan dan kemampuan untuk secara efektif berkomunikasi satu sama lain.

 

Bagaimana dengan komunikasi Anda bersama pasangan? Apakah Anda merasa bahwa dengan komunikasi yang terhambat saat ini, Anda merasa bahwa pasangan Anda sudah tidak berminat, bergairah, bahkan mencintai Anda lagi? Apakah Anda mulai berpikir kalau Anda mungkin salah dalam memilih pasangan? Atau Anda merasa tidak mampu lagi, gelisah, tidak aman, dan putus asa? Jika kondisi demikian melanda diri Anda, simaklah apa yang dikatakan oleh Romie Hurley. Menurutnya, jika pasangan memiliki sikap yang berbeda dengan Anda dalam hal berkomunikasi, hal itu tidaklah selalu berarti bahwa pernikahan Anda sedang berada dalam masalah besar dan sudah tidak ada harapan lagi. Cobalah untuk meneliti lebih cermat lagi, apakah mungkin persoalan besar yang Anda kira tersebut ternyata disebabkan oleh masalah miskomunikasi semata? Jangan remehkan masalah ini, sebab para ahli pernikahan menyatakan bahwa salah satu faktor utama penyebab timbulnya berbagai masalah dalam pernikahan adalah masalah miskomunikasi. Miskomunikasi berarti pesan yang disampaikan dipahami dengan pengertian yang salah oleh si penerima pesan. Misalnya, seorang suami hendak menyampaikan pesan “I love you” kepada isterinya dengan cara membelikan sebuah hadiah kejutan, namun sesungguhnya yang isterinya inginkan adalah ekspresi dan ungkapan cinta yang langsung keluar dari mulut suaminya. Atau seorang isteri yang hendak menyampaikan pesan kasih sayangnya pada sang suami dengan cara mempersiapkan masakan yang terbaik setiap hari sepulang dari kantor, namun sebenarnya yang suaminya inginkan adalah sikap sang isteri yang mau mendengarkan dan memahami keluhan-keluhannya selama dikantor. Miskomunikasi, bukan?

 

Sangatlah disayangkan jikalau banyak pasangan yang justru bersikap kontra produktif pada saat miskomunikasi terjadi.  Salah satu sikap yang paling mengganggu dan menghancurkan dalam berkomunikasi adalah sikap diam. Sikap ini dapat mengkomunikasikan banyak hal: kebahagiaan, kepuasan, kesenangan, dan lain-lain, namun yang lebih sering dikomunikasikan adalah ketidakpuasan, penghinaan, kemarahan, cibiran, kedongkolan, ancaman, dan lain-lain, sehingga bisa menjadi sangat destruktif dan sering dipakai sebagai senjata penghukum. Sikap-sikap lainnya yang juga dapat merusak pola komunikasi Anda dan pasangan adalah sikap menghindari, mengalihkan, memutarbalikkan, dan mematikan topik pembicaraan (Norman Wright).

 

Masalah-masalah pernikahan dapat pula berkembang karena komunikasi nonverbal (bahasa tubuh, mimik, tatapan mata, suara, dan lain-lain) yang tidak memuaskan. Perilaku nonverbal yang menyertai suatu pernyataan ternyata lebih cepat ditangkap oleh pasangan dan dapat terus diingat. Sayangnya, orang yang berbicara biasanya cenderung hanya mengingat apa yang diucapkannya daripada perilaku yang menyertai ucapannya (Mark Lee). Sebagai contoh, ketika akan berangkat kerja, seorang suami merangkul dan mencium isterinya serta berkata mesra: “I love you, Ma…” , sudah pasti bukan main senang dan berbunga-bunganya hati sang isteri. Namun saat ia mendapati pakaian kotor suaminya pada berserakan dilantai, puntung-puntung rokok yang berceceran, sisa sarapan suami yang berantakan, dan lain-lain, kemungkinan besar sang isteri akan bertanya-tanya dalam hati: Sungguhkah ia mencintai saya? Mengapa ia memperlakukan saya seperti seorang pembantu? Rasa bahagia itu mulai buyar. Rasa percaya mulai berubah menjadi ragu-ragu. Isteri merasa diabaikan, karena harapannya agar suami mau membantunya sia-sia. Komunikasi verbal suami bertentangan dengan komunikasi non verbalnya.

 

Keberadaan masalah sudah barang tentu tidak akan pernah ada habis-habisnya. Ada sebuah pernyataan yang menarik untuk disimak: Hidup itu 10%-nya adalah apa yang terjadi pada kita (termasuk masalah), sedangkan 90%-nya adalah bagaimana cara kita menghadapinya. Hal yang sama hendaknya juga berlaku bagi keluarga Anda. Jika Anda menginginkan keluarga Anda tetap utuh, maka betapapun berat dan kompleksnya masalah komunikasi yang dihadapi, masalah tersebut harus dapat dihadapi dan diselesaikan. Untuk itu, salah satu faktor yang sangat penting untuk dimiliki oleh setiap orang adalah kemampuan untuk beradaptasi, bukan hanya terhadap apa yang menjadi tuntutan Anda kepada pasangan, melainkan juga terhadap apa yang pasangan Anda tuntut terhadap diri Anda sendiri. Dengan demikian keseimbangan akan terjadi. (NP)

« back

Home | Profile | News & Events | Articles | Products | Churches | Contact Us | F A Q

| Books | Bible | Audio Visual | Gifts |

©2013 VISI CHRISTIAN STORE ONLINE - Developed by net-dsign | Modified By ( WAYNE )IT DEPARTMENT .