USER LOGIN
BENEFITS
  1. Ongkos kirim untuk wilayah Bandung : Rp. 6.000 ,- (flat delivery). Kecuali Cimahi dan Lembang
  2. Untuk ongkos kirim diluar wilayah Bandung akan disesuaikan dengan tarif yang berlaku
  3. Jaminan uang kembali
SERVICES
  1. Jika Produk tidak tersedia, silahkan pesan melalui email ke webadmin@visi-
    bookstore.com
  2. Pesanan via telp / sms hubungi : 081321007070, Pin Blackberry: 2228A50A
TESTIMONIAL
  • Carlo Saba - Vocalist Kahitna

    "Konsep Tokonya asyik dan Produknya lengkap. Semoga Visi bisa tetap memberkati banyak orang!"
  • Jani Hutagalung (Penyanyi Rohani,Bank Lippo Cab. Melawai)

    "Puji Tuhan, .... Suasana yg hangat dan ramah tersirat dari setiap pelayanan Toko Buku Rohani ini, Tuhan Yesus Memberkati"
  • Mawar Simorangkir (Penyanyi Rohani)

    "Cukup baik & penataan tokonya bagus,SUKSES!"
  • TOKO BUKU KRISTEN

    www.visi-bookstore.com
Love & Respect For A Lifetime
zondervan
VISI Bookstore & Giftshop
ARTICLES
Author : Jonathan Arifin
Email : -

12/21/2010

Belajar Ke Semut

Apa yang kita ketahui tentang binatang kecil yang kadang menjengkelkan yang bernama semut?

Alkitab mencatat tentang semut sebanyak 2x dan keduanya berhubungan dengan nasihat tentang kerajinan.

Amsal 6:6-11, “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak, biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring”  maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.”

 

Semut adalah menggambarkan tentang pekerja yang kuat, tidak pernah menunda-nunda pekerjaan.

Semut mempunyai 500.000 sel saraf di tubuhnya yang hanya 2-3 milimeter, dia kuat mengangkat beban yang beratnya 10x lebih berat dari tubuhnya. Semut mempunyai  ilmu logistik yang luar biasa.

Semut bergerak 24 jam, semut memiliki populasi tertinggi di dunia.

 

Banyak ilmuwan yang bertahun-tahun melakukan penelitian mendalam tak mampu menjelaskan perilaku sosial semut yang begitu maju. Caryle P. Haskins, Ph.D., kepala Institut Carnegie di Washington menyatakan: Setelah 60 tahun mengamati dan mengkaji, saya masih takjub melihat betapa canggihnya perilaku sosial semut.…

Sebagai contoh koloni yang besar ini, misalnya spesies semut  Formica yesensis, yang hidup di pantai Ishikari, Afrika. Koloni semut ini tinggal di 45.000 sarang yang saling berhubungan di wilayah seluas 2,7 kilometer persegi. Koloni yang memiliki sekitar 1.080.000 ratu dan 306.000.000 pekerja ini dinamai “koloni super” oleh para peneliti. Ditemukan bahwa semua alat produksi dan makanan dipertukarkan dalam koloni secara tertib2. Sungguh sulit menjelaskan bagaimana semut-semut ini mempertahankan ketertiban tanpa masalah, mengingat luasnya tempat tinggal mereka. Harus diingat, untuk menegakkan hukum dan menjaga ketertiban sosial, bahkan di negara beradab dengan sedikit penduduk pun, diperlukan berbagai kekuatan keamanan. Diperlukan pula staf administrasi yang memimpin dan mengelola unit-unit ini. Kadang-kadang ketertiban pun tidak dapat dijaga tanpa timbul masalah, meskipun telah diupayakan sekuat tenaga.

Namun, koloni semut tidak memerlukan polisi, satpam, atau hansip. Dan mengingat tugas sang ratu –  yang kita ang-gap sebagai pemimpin koloni – hanya melestarikan spesies, semut-semut ini sebenarnya tidak punya pemimpin atau penguasa.

 

Ada pepatah “SDM adalah asset”, asset yang bagaimana? Tentunya asset yang produktif, asset yang  bisa atau mau di rekondisi tidak (maksudnya bisa diperbaiki atau tidak, kalau tidak produktif)?

Di SDM tidak bisa dipisahkan antara kepercayaan dan kemampuan…bisa dipercaya tapi tidak mampu atau mampu tapi tidak bisa dipercaya…. Lihat semut, tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, tetap bekerja untuk mengumpulkan rotinya.

 

Dalam satu komunitas harus ada kerjasama, peraturan dan komunikasi…demikian juga dengan semut.  Bagaimana semut dapat mengetahui adanya makanan padahal tempatnya sangat terasing?

Jawabannya adalah karena Feromon. Feromon adalah suatu aroma khas yang dihasilkan suatu organisme yang merupakan suatu pesan spesifik. Feromon tiap organisme berbeda-beda berdasarkan aroma maupun intensitasnya. Ini yang memulai suatu peraturan di antara semut dalam hal mencari makan…mereka sangat sistematis.

Pertama, semut mencari makanan dengan cara berjalan secara acak. Tiap semut meninggalkan jejak feromon di sepanjang jalan dia mencari makanan. Ketika salah satu semut menemukan makanan, semut itu melacak kembali feromonnya sendiri hingga kembali ke sarang untuk memberi tahu informasi letak makanan tadi kepada semut lainnya, Ini proses mereka dalam berkomunikasi. Semut itu meninggalkan juga jejak feromon dengan aroma yang lebih kuat (sebagai tanda "ke sini lho arah makanannya").

Setelah  para semut ‘rapat’ (komunikasi), mereka bergerak dan menemukan aroma kuat yang ditinggalkan semut pemburu selama perjalanan pulang ke sarang, semut lainnya mulai berbaris rapih menuju ke tempat makanan yang ditemukan. Setelah itu makanan itu dibawa ke sarang nya sesuai dengan track yang sudah dibuat yaitu jejak feromon. Semakin banyak makanan yang ditemukan di lokasi tersebut, maka semakin kuat feromon yang ditinggalkan di sepanjang jalan dan semakin banyak pula koloni yang berbaris. Ini yang disebut teamwork.

Mungkin semut binatang yang kecil, ada yang hitam ada yang merah..., tapi binatang yang kecil tidak bisa dianggap remeh.

« back

Home | Profile | News & Events | Articles | Products | Churches | Contact Us | F A Q

| Books | Bible | Audio Visual | Gifts | T-Shirts | Promo |

©2013 VISI CHRISTIAN STORE ONLINE - Developed by net-dsign | Modified By ( WAYNE )IT DEPARTMENT .