Visi Christian Bookstore
USER LOGIN
BENEFITS
  1. Gratis ongkos kirim untuk pengiriman ke wilayah Kota Bandung (kecuali Cimahi)
  2. Jaminan uang kembali
SERVICES
  1. Jika Produk tidak tersedia, silahkan pesan melalui email ke webadmin@visi-
    bookstore.com
  2. Pesanan via telp / sms hubungi : 08157003128, Pin Blackberry: 2228A50A
TESTIMONIAL
  • Jani Hutagalung (Penyanyi Rohani,Bank Lippo Cab. Melawai)

    "Puji Tuhan, .... Suasana yg hangat dan ramah tersirat dari setiap pelayanan Toko Buku Rohani ini, Tuhan Yesus Memberkati"
  • Johanes "Joe-Nazareth" Octavianus (Penyiar & Account Executive Radio Maestro)

    "Tokonya keren abis, buku-bukunya lengkap, VCD Importnya mantap. Butuh apalagi, pokoknya semua keperluan rohani kita terpenuhi disini. Ngga rugi dech!"
  • Mawar Simorangkir (Penyanyi Rohani)

    "Cukup baik & penataan tokonya bagus,SUKSES!"
Cahaya Bagi Negeri Indonesia
zondervan
ARTICLES
Author : Andreas Dwi Angkasa
Email : re-work@visi-bookstore.com
Manager Visi Training Development

9/18/2005

Mencapai Keberhasilan dalam Sebuah Misi

bacaan : Yosua 6:1-20

Resize_of_reach.jpgSuka atau tidak, mau atau tidak Allah telah menetapkan untuk menempatkan sosok seorang pemipin dalam kehidupan kita. Baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, pelayanan maupun pekerjaan. Pemimpin dapat saja pribadi Allah sendiri, orang tua, teman, ketua dalam kelompok, atasan dalam pekerjaan, pembimbing dalam pelayanan dan sebagainya. Karena dari pemimpin inilah Allah akan memberikan suatu pesan yang dapat berupa visi maupun tujuan yang akan dicapai, yang nantinya akan disampaikan/disebarkan pada orang-orang yang dipimpinnya. Yang tujuannya adalah agar pesan berupa visi ataupun yang lainnya dapat diwujudkan melalui kerjasama atau dukungan kelompoknya. Jadi, sosok pemimpin mempunyai arti yang sangat besar di dalam kehidupan kita.

Dalam penerapan visi maupun pencapaian tujuan dalam suatu kelompok seringkali timbul beberapa masalah yang sepertinya menjadi hambatan untuk tercapainya tujuan tersebut. Masalah masalah ini timbul dengan berbagai macam sebab, akan tetapi bila kita sederhanakan bahwa kita dapat meminimalisasi timbulnya permasalahan ini dengan beberapa poin berikut :

  1. Kemauan dan Kemampuan Mendengar

Kemampuan serta kemauan kita sebagai anggota kelompok untuk mendengar suatu pesan, informasi, teguran atau perintah sangat mempengaruhi respon, langkah atau tindakan sebuah kelompok pada tahap selanjutnya.

Kemampuan kita dalam menerima (“mendengar�) pesan tersebut harus terus menerus dilatih sehingga kita akan dapat menerima pesan yang datang pada kita sebaik mungkin, bahkan sekalipun bila ada “pesan-pesan tersembunyi� yang disampaikan pada kita, kita dapat memahami maksud dan tujuannya dengan baik.

Kemauan juga adalah faktor yang sangat penting dalam hal ini. Apabila seseorang sudah tidak mau untuk mendengar maka sebenarnya dia telah meletakkan suatu dinding pembatas antara kemampuannya untuk “mendengar� dengan pesan yang disampaikan oleh si pengirim pesan dalam hal ini adalah pemimpin kita dalam kelompok.

  1. Memahami Dengan Jelas Pesan Yang Disampaikan

Kunci kedua yang harus diingat adalah bila kita telah membuka diri kita untuk kunci pertama di atas, kita harus belajar untuk memahami secara tepat maksud dan tujuan dari pesan yang kita terima. Dalam keseharian kita hal ini seringkali timbul menjadi kendala, karena kurangnya kita untuk memahami pesan yang sampai pada kita. Seringkali kita terlalu mengandalkan kemampuan daya ingat kita yang terbatas tanpa mau untuk mencatat dengan baik pesan-pesan yang kita terima. Suatu visi dan tujuan dapat saja terwujud tetapi dengan hasil yang tidak maksimal apabila salah atau kurang memahami dengan jelas pesan yang disampaikan pada kita.

3. Kerjakan Bagian Kita Semaksimal Mungkin

Dalam mencapai tujuannya seorang pemimpin tentunya akan memberikan tugas-tugas pada kita sesuai dengan bagian atau fungsi kita masing-masing. Di banyak tempat baik dalam keluarga, pelayanan maupun pekerjaan sering didapati orang-orang yang suka mencampuri tugas yang diberikan pada orang lain, mengomentari pekerjaan orang lain, atau bahkan menggangkat dirinya sendiri sebagai juri dalam menilai pekerjaan orang lain, sementara di sisi lain tugas yang diembannya sendiri belum terselesaikan atau bahkan sama sekali belum dikerjakan. Kunci ketiga yang juga penting artinya adalah kerjakan apa yang menjadi tugas kita sebaik mungkin, curahkan segenap kemampuan yang kita miliki sampai ke batas maksimal, apapun bagian atau fungsi kita. Jangan pernah menganggap atau berpikiran bahwa apa yang kita kerjakan saat ini, tidak mempunyai arti apa-apa pada pencapaian visi maupun tujuan yang diharapkan, sekalipun nampaknya tugas yang kita emban sangatlah sederhana. Sekecil apapun tanggung jawab yang kita pikul, kerjakan itu dengan segenap kemampuan kita yang ada.

4. Mengerjakan Tugas Sesuai Dengan Aturan Main Yang Ditetapkan.

Dalam pekerjaan atau pelayanan banyak orang yang berkeluh kesah tentang sulitnya mencapai hasil terbaik. Seringkali mereka lupa bahwa tentunya pada saat seorang pemimpin menetapkan untuk mencapai suatu tujuan pasti ia akan menyediakan sarana-sarana yang dapat dipakai oleh timnya utnuk dapat mencapai tujuannya tersebut. Salah satunya adalah aturan main yang tentunya sudah dipersiapkan oleh si pemimpin, dengan maksud agar timnya mendapatkan kemudahan untuk mencapai tujuannya tersebut. Tak sedikit dari mereka yang kurang berhasil berpendapat seperti di atas -targetnya tidak masuk akal atau sulit rasanya mencapai target yang telah ditetapkan-, yang sebenarnya bila mereka sadari saat itu mereka sedang berada di luar dari aturan main yang telah ditentukan. Sebagai contoh apabila seorang pemain sepakbola sedang bermain di lapangan sepak bola tetapi dia mempergunakan aturan main olah raga basket, tentunya dia akan sangat sulit bahkan dikatakan mustahil untuk dapat muncul sebagai pemenang, bahkan ia dapat dikeluarkan dari arena pertandingan. Jadi tempatkan diri Anda pada posisi di dalam tim sesuai dengan bagian Anda, dan jalankan permainan sesuai dengan aturan yang ada.

5. Kerjakan Dengan Taat Dan Setia

Apabila kita telah menjalani hal-hal di atas, kunci yang lain adalah lakukan semuanya tadi dengan penuh ketaatan dan kesetiaan. Dalam perjalanan kita seringkali menghadapi berbagai macam hambatan, kesulitan, tantangan dan banyak hal lainnya, tapi jangan biarkan itu semua membuat kita menjadi putus asa, lemah atau menyerah. Jalani semuanya dengan taat dan setia niscaya semuanya hambatan tadi akan menjadikan sesuatu yang baik bahkan luar biasa pada hasil akhir yang kita akan capai.

6. Mengandalkan Tuhan dan Berdoa Senantiasa

Inilah kunci akhir yang paling utama karena tanpa hikmat, kuasa dan kekuatan dari Tuhan semuanya tidak akan dapat dijalankan dengan sempurna. Apabila kita bersungguh berdoa, maka doa itu akan membawa suatu kuasa yang luar biasa dalam kehidupan kita pribadi maupun kelompok. Dalam suatu tingkat tekanan atau kesibukan yang hebat seringkali manusia lupa untuk kembali kepada sumber kekuatan yang luar biasa yang sanggup menolong kesulitan mereka yaitu Allah sendiri. Banyak kali manusia sibuk untuk mengandalkan kemampuannya sendiri atau orang lain saat mereka berhadapan dengan hambatan. Firman Tuhan mengatakan,�Terkutuklah mereka yang mengandalkan kekuatannya sendiri�, jadi jelaslah bahwa Allah tidak berkenan pada mereka yang terlalu sombong mengandalkan kekuatannya sendiri dalam kehidupannya.

Keterbatasan kita sebagai manusia haruslah diperlengkapi dengan kuasa dari Allah yang tak terbatas. Dan untuk memperoleh kuasa itu ada satu cara yang paling mudah namun sering dianggap sukar oleh banyak orang yaitu BERDOA.

« back

Home | Profile | News & Events | Articles | Products | Churches | Contact Us | F A Q

| Books | Bible | Audio Visual | Gifts |

©2005 VISI CHRISTIAN ONLINE BOOKSTORE - Developed by net-dsign.